Yang Harus Diketahui Oleh Setiap Pasien Hipotiroid
Hipotiroid adalah dimana kondisi tiroid tidak atau kurang aktif dalam memproduksi hormon sehingga penderita mengalami kekurangan hormon tiroid. Tiroid berbentuk seperti kupu-kupu terdapat di depan leher dan memproduksi hormon yang mengatur energi dan metabolisme tubuh. Ketika kekurangan hormon tiroid maka kerja tubuh dalam membakar kalori akan dibawah normal dan detak jantung serta suhu tubuh ikut menurun.

Penyebab Hipotiroid:
1. Autoimun disease; Hashimoto
2. Tiroiditis; Radang yang tejadi di kelenjar tiroid
3. Kongenital Hipotiroid; Hipotiroid yang terjadi semenjak dilahirkan
4. Tiroidectomi; Oprasi tiroid sebagian ataupun keseluruhan
5. RAI; Perawatan radiasi nuklir
6. Penggunaan obat-obatan tertentu; Amiodarone,Interferone Alpha, Lithium, Interlieukin- 2
Walaupun jarang hipotiroid juga dapat disebabkan oleh kekurangan iodin dalam keseharian diet.
Hipotiroid lebih sering dialami oleh wanita dan kebanyakan yang berumur diatas 60thn, tetapi akan lebih baik apabila menjalani tes hormon tiroid secara berkala apabila:
1. Pernah bermasalah dengan tiroid, pernah oprasi walaupun sebagian.
2. Mempunyai keluarga yang bermasalah dengan tiroid.
3. Mempunyai autoimun disease seperti Graves', Hashimoto, termasuk juga Sjorgen Syndrome, Pernicious Anemia, Diabetes tipe 1, Rheumatoid Arthritis, atau Lupus.
4. Turner Syndrome
5. Hamil ataupun sehabis melahirkan setelah 6bln.
6. Terpapar radiasi di tiroid, leher atau dada.
Tanda-tanda dan gejala yang diiringi dengan Hipotiroid:
1. Lelah dan kurang energi
2. Penambahan berat badan
3. Wajah bengkak
4. Tidak tahan dingin
5. Ngilu sendi dan sakit otot
6. Konstipasi.
7. Kulit kering
8. Kuku kering dan pecah
9. Rambut rontok
10. Kurang berkeringat
11. Menstruasi tidak teratur dan banyak
12. Susah hamil
13. Depresi
14. Detak jantung lambat
15. Kolesterol meninggi
Jika dokter menduga anda mengalami hipotiroid, dia akan mengambil tes darah untuk mengetahui level hormon tiroid anda.
Pengobatan
Pengobatan hipotiroid adalah dengan diberikannya hormon tiroid sintetik yaitu Levothyroxine, yang paling umum adalah eutyrax, ada juga Levothroid atau Synthroid. Hipotiroid dapat di kendalikan apabila selalu mengkonsumsi hormon tiroid sintetik tersebut tiap harinya dan sesuai dosis dengan kebutuhan tubuh.
Yang tidak kalah penting, jangan lupa untuk:
1. Meminum obat sesuai anjuran dokter SETIAP HARI, diwaktu yang sama setiap harinya.
2. Karena penyerapan obat akan lebih baik pada waktu perut kosong maka diusahakan meminum obat 30 menit sampai 2 jam sebelum makan pagi.
3. Jangan berhenti minum obat walaupun terasa sudah sembuh.
4. Jangan meminum obat berbarengan dengan suplemen lain, bedakan dengan jangka waktu 4jam.
5. Selalu bicarakan dengan dokter apabila mengalami efek samping seperti; palpitasi, menurun berat badan, gemetar, berkeringat atau insomnia (gejala berlebih dosis obat).
Sumber: www.pharmacytimes.com
















Yaitu takut terpapar sinar matahari saat berada diluar ruangan, Ketika phobia jenis ini sudah parah, biasanya pengidap memilih untuk diam dirumah dan males untuk keluar, sayangnya pengidap phobia ini menjadi rentan kekurangan vit D. Padahal Vitamin D merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan fungsi otot. Defisiensi vitamin tersebut seringkali dikaitkan dnegan gangguan fungsi kekebalan tubuh, beberapa jenis kanker serta penyakit jantung. Baru-baru ini sebuah studi dari Oregon State University (OSU) menunjukkan adanya hubungan antara tingkat vitamin D yang rendah dengan depresi pada wanita muda yang sehat. "Kami menemukan bahwa wanita dengan tingkat vitamin D rendah lebih mungkin memiliki gejala klinis yang signifikan," kata David Kerr, profesor School of Psychological Science di OSU, dikutip dari oregonstate.edu, Jumat (20/3/2015).
Merupakan phobia di mana pengidap akan sangat ketakukan terkontaminasi kotoran dan kuman. Mereka akan sangat takut melihat atau mengalami sesuatu yang kotor. Karena itu mereka biasanya sering mencuci tangan atau menyemprotkan cairan anti kuman saat melakukan apapun. Dalam kondisi ekstrim, pengidap akan menghindari kontak dengan apapun. Mereka akan membersihkan satu benda hingga bersih secara terus menerus. Istilah ini diciptakan oleh Dr. William Alexander Hammond pada 1879 setelah menangani sebuah kasus OCD (obsessive-compulsive disorder) pada pasien wanita yang intens mencuci tangannya.
:origin()/pre14/c4c0/th/pre/f/2010/327/7/8/panophobia_by_awyyea-d33g7su.jpg)















